Singaraja — Komitmen mewujudkan Kampus Berdampak terus diperkuat oleh Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) melalui kolaborasi internasional dengan mahasiswa dari Eropa. Kali ini, Undiksha menggandeng 2 mahasiswa dari UC Leuven-Limburg (UCLL) Belgia, serta 11 mahasiswa dari Windesheim University of Applied Sciences, Belanda. 13 mahasiswa ini akan melaksanakan program internship sekaligus social project di beberapa tempat, mitra kerja sama Undiksha. Kegiatan penerimaan 13 mahasiswa asing tersebut dilakukan secara resmi oleh Wakil Rektor 1 Undiksha bersama Tim Unit Kerja Sama serta Unit Pengelola Mahasiswa dan Tenaga Asing di Ruang Auditorium Balingkang CI, Senin (23/02/2026).
Wakil Rektor I Undiksha, Prof. Dr. Gede Rasben Dantes, S.T.,M.T.I. menegaskan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan arah kebijakan pengembangan perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat. “Undiksha kali ini tidak hanya mendorong pelaksanaan internationalization at home, tetapi juga prorgam yang berdampak dan bermakna. Kehadiran mahasiswa dari Belgia dan Belanda ini bukan sekadar program mobilitas, tetapi bagian dari upaya membangun pembelajaran kontekstual, kolaboratif, dan berdampak sosial,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa interaksi lintas budaya antara mahasiswa internasional dan mahasiswa Undiksha diharapkan mampu memperluas wawasan global, meningkatkan kompetensi abad ke-21, serta menumbuhkan kepekaan sosial. “Undiksha harus menjadi ruang bertemunya gagasan global dengan kebutuhan local, sehingga memberikan dampak bagi masyarakat sekitar,” tegasnya.
Hal senada disampaikan oleh Jannie Lensen Botter, Ph.D. selaku Koordinator dari Windesheim University of Applied Sciences, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan kerja sama yang terjalin dengan Undiksha. Ia menilai Undiksha sebagai mitra strategis yang memiliki komitmen kuat terhadap pendidikan berbasis dampak. “This collaboration provides a truly valuable learning experience for our students. They not only learn in the classroom but also interact directly with diverse social and cultural contexts. This is the essence of a truly global education,” ungkapnya. Menurutnya, kerja sama dengan Undiksha membuka peluang besar bagi pengembangan proyek kolaboratif lintas negara yang berfokus pada solusi nyata di masyarakat. Ia berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan berkembang dalam bentuk program jangka panjang.
Melalui program ini, mahasiswa UCLL dan Windesheim akan terlibat dalam berbagai seperti kuliah Bahasa Indonesia bagi penutur Asing di UPA Bahasa Undiksha dan kegiatan yang mendukung program SDG’s dan Kampus Berdampak. Adapun beberapa kegiatan proyek social dan akademik akan dilakukan oleh mahasiswa Windesheim University, antara lain: Pendidikan dan Pengajaran di SMA Negeri Bali Mandara, Social Emotional Development di Yayasan Dana Punia, Sustainable Project on Coral Restoration, Pengelolaan sampah dan pendampingan kesehatan masyarakat di Desa Kayuputih, Pencegahan HIV/AIDS bekerjasama dengan STIKES Buleleng, serta program di LPKSA Widhi Asih.
Sementara itu, 2 mahasiswa UCLL Belgia, akan melakukan aktifitasnya di Yayasan Cahaya Insan Masa Depan (CIMD) melalui proyek stimulasi dasar, serta stimulasi musik dan visual bagi anak-anak. Program tersebut diharapkan menjadi wujud nyata dari implementasi Kampus Berdampak yang mengintegrasikan pendidikan, kolaborasi global, dan kontribusi social selama 4 – 6 bulan ke depan. (Adm)




