Gerokgak – Suasana penuh keakraban dan semangat keberagaman mewarnai penutupan Undiksha Summer School 2026 yang berlangsung di Octagon – Plataran, Gerokgak, Kamis (29/10/2026). Program internasional yang berlangsung selama tujuh hari, sejak 24 Oktober 2026, ini diikuti peserta dari De La Salle Lipa University, Filipina, Laos, Timor-Leste, Hungaria, dan Nigeria. Penutupan kegiatan dilakukan oleh Wakil Rektor I Undiksha, Prof. Dr. Gede Rasben Dantes, S.T., M.T.I.
Dalam sambutannya, Prof. Rasben menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. “Kami berharap Summer School ini tidak hanya menjadi pengalaman belajar selama tujuh hari, tetapi juga menjadi awal dari hubungan persahabatan dan kolaborasi internasional yang berkelanjutan. Kehadiran mahasiswa dari berbagai negara memberikan kesempatan bagi kita untuk saling belajar, memahami perbedaan, dan memperluas perspektif global. Inilah salah satu nilai penting internasionalisasi perguruan tinggi, yaitu membangun komunitas akademik yang terbuka, inklusif, dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat dunia, terutama untuk mendukung Program SDGs,” ungkapnya.
Momen penutupan semakin istimewa dengan penampilan cultural exchange dari peserta Filipina, Hungaria, dan Nigeria yang memperkenalkan kekayaan seni dan budaya negara masing-masing. Suasana semakin semarak dengan pertunjukan Tari Topeng “Bujuh” yang menampilkan keunikan seni tradisional Bali. Perpaduan berbagai pertunjukan tersebut menjadi gambaran nyata bahwa perbedaan budaya dapat menjadi jembatan untuk membangun pemahaman, toleransi, dan persahabatan antarbangsa.
Bagi para peserta, Summer School ini menjadi pengalaman yang lebih dari sekadar mengikuti program akademik. Kazsandra, salah satu peserta dari Filipina menyampaikan, “This program has given us an opportunity to experience a new culture, meet wonderful people, and learn beyond the classroom. We are taking home not only knowledge about Bali and Indonesia, but also beautiful memories and friendships that we hope will last for a long time.” (Program ini memberikan kesempatan untuk mengenal budaya baru, bertemu orang-orang hebat, dan belajar di luar ruang kelas. Kami tidak hanya membawa pulang pengetahuan tentang Bali dan Indonesia, tetapi juga kenangan indah dan persahabatan yang kami harap akan bertahan lama.)
Peserta lainnya dari Hungaria, Borbala Jinda, juga mengungkapkan bahwa interaksi dengan peserta dari berbagai negara memberikan pengalaman berharga dalam memahami perbedaan budaya dan cara pandang. Mereka mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan budaya asal sekaligus mengenal kehidupan masyarakat Bali secara lebih dekat. Pengalaman tersebut juga memberikan perspektif baru tentang pentingnya komunikasi, keterbukaan, dan kerja sama dalam lingkungan multikultural. Bagi mahasiswa Undiksha yang terlibat, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mempraktikkan bahasa Inggris, meningkatkan kepercayaan diri, serta membangun jejaring internasional secara langsung.
Melalui tema “Learn, Experience, Connect and Make Impacts: Be Part of a Meaningful Journey that Shapes a Better Future,” Undiksha Summer School 2026 diharapkan menghasilkan dampak yang berkelanjutan. Bagi Undiksha, program ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan visibilitas internasional, memperluas kemitraan global, dan memperkuat lingkungan akademik berwawasan internasional. Sementara bagi mahasiswa, pengalaman ini menjadi bekal untuk mengembangkan kompetensi global, kemampuan komunikasi lintas budaya, dan kesiapan menghadapi tantangan dunia internasional. Lebih dari sekadar program tujuh hari, Summer School 2026 telah menjadi ruang pertemuan budaya, pengetahuan, dan persahabatan yang diharapkan terus memberikan dampak positif di masa depan. (Adm)










