Banyualit – Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) bersama Windesheim University, Belanda, kembali mengimplementasikan program kerja sama konservasi terumbu karang di Desa Banyualit, Kabupaten Buleleng. Program yang telah berlangsung secara berkelanjutan ini mengedepankan konsep conservation tourism, yaitu mengajak wisatawan tidak hanya menikmati keindahan bawah laut, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga kelestarian ekosistem laut.
Bagi masyarakat Banyualit, konservasi terumbu karang bukan hanya tentang menjaga lingkungan, tetapi juga menjaga keberlangsungan ekonomi. Seiring berkembangnya sektor wisata bahari, masyarakat menyadari bahwa kualitas ekosistem laut menjadi penentu keberlanjutan mata pencaharian mereka. “Kami memiliki kesadaran kolektif bahwa jika laut mati, mata pencaharian kami pun akan terhenti. Karena itu, menjaga terumbu karang berarti menjaga kehidupan masyarakat pesisir,” ungkap salah seorang pelaku wisata bahari di Desa Banyualit, Made Puger, ditemui Senin (12/01/2026).
Melalui program tersebut, sebagaimana diungkapkan I Ketut Wiryadana, wisatawan diperkenalkan pada pentingnya konservasi terumbu karang melalui berbagai kegiatan edukasi dan praktik pelestarian. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bahwa setiap pengunjung memiliki tanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan yang mereka nikmati. “Konservasi akan lebih bermakna ketika wisatawan ikut terlibat secara langsung. Mereka tidak hanya menjadi penikmat keindahan laut, tetapi juga bagian dari upaya menjaga ekosistemnya,” ujar Ketua Kelompok Pengawas Banyumilir.
Ia menambahkan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, masyarakat, dan pelaku wisata merupakan kunci dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan. Menurutnya, pelestarian lingkungan harus menjadi bagian dari pengalaman wisata sehingga memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi ekosistem maupun masyarakat lokal.
Implementasi kerja sama ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan wisata berbasis konservasi di Bali. Dengan menjadikan wisatawan sebagai bagian dari solusi, Undiksha dan Windesheim University berupaya membangun budaya pelestarian lingkungan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kesadaran bahwa menjaga laut berarti menjaga masa depan bersama. (Adm)




