Singaraja – Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) memperkuat komitmennya dalam mendukung pengelolaan lingkungan melalui kerja sama dengan Rumah Plastik Mandiri dalam penanganan sampah di Kabupaten Buleleng. Kolaborasi ini menjadi langkah nyata untuk mendorong pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ekonomi sirkular.
Ditemui di sela kegiatannya, Jumat (19/12/2026), Pemilik Rumah Plastik Mandiri, Putu Eka Darmawan, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi momentum untuk memperluas gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Menurutnya, plastik yang selama ini dianggap sebagai limbah sesungguhnya masih memiliki nilai apabila dipilah dan dikelola dengan benar. “Kami ingin membangun kesadaran bahwa setiap lembar plastik yang berhasil didaur ulang berarti mengurangi beban lingkungan. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar pula dampak positif yang dapat kita hasilkan,” ungkapnya.
Kerja sama tersebut difokuskan pada edukasi, pendampingan, dan pengolahan sampah, khususnya sampah plastik, agar memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Melalui sinergi ini, sivitas akademika Undiksha bersama Rumah Plastik Mandiri turut mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat, mulai dari pemilahan sampah, pengumpulan plastik, hingga proses pencacahan plastik, hingga diolah menjadi produk berdaya jual, seperti meja, alat-alat rumah tangga, hingga cinderamata.
Sementara itu, Ni Wayan Surya Mahayanti, M.Pd. selaku tim Kerja Sama Undiksha, menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat. “Sampah bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga persoalan perilaku. Ketika edukasi dipadukan dengan inovasi dan kolaborasi, sampah dapat berubah menjadi sumber daya yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, Undiksha tidak hanya menjalankan perannya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai agen perubahan yang menghadirkan solusi bagi persoalan lingkungan di daerah. Diharapkan, sinergi dengan Rumah Plastik Mandiri dapat menjadi contoh praktik baik dalam penanganan sampah di Buleleng sekaligus memperkuat budaya masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Kolaborasi ini menegaskan bahwa penyelesaian persoalan sampah tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kemauan untuk bekerja bersama. Ketika akademisi, komunitas, dan masyarakat bergerak dalam satu langkah, sampah tidak lagi menjadi akhir dari sebuah barang, melainkan awal dari lahirnya nilai dan harapan baru bagi lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. (Adm)




