Bengkel – Upaya memperkuat posisi Bali sebagai destinasi spiritual wellness tourism berkelas dunia terus dilakukan melalui kolaborasi antara Universitas Pendidikan Ganesha, PT Karya Pak Oles Tokcer, dan Villa IPSA. Sinergi tersebut diwujudkan dalam penyelenggaraan Summer School bertajuk “Glocalizing Bali Usadha & Sacred Wellness: Bridging Ancient Wisdom with Sustainable Living”, yang mengangkat kekayaan pengetahuan tradisional Bali sebagai bagian dari pembangunan pariwisata berkelanjutan (21/07/2025 – 26/07/2025).
Made Riki Ponga Kusyanda, M.Par. selaku Ketua Panitia, mengungkapkan program ini menjadi ruang pembelajaran internasional yang mempertemukan peserta dari berbagai latar belakang untuk mengenal lebih dekat Usadha Bali, warisan pengobatan tradisional yang dipadukan dengan konsep sacred wellness. “Bali memiliki kekayaan pengetahuan tradisional yang tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga relevan dalam menjawab kebutuhan masyarakat modern akan kesehatan holistik dan kehidupan yang seimbang. Summer School ini menjadi jembatan untuk memperkenalkan nilai tersebut kepada dunia,” ungkapnya ditemui di sela kegiatan.
Dalam program ini, PT Karya Pak Oles Tokcer menghadirkan pembelajaran mengenai pemanfaatan tanaman herbal lokal, filosofi Usadha Bali, serta inovasi produk kesehatan berbasis bahan alami. Sementara itu, Villa IPSA memberikan pengalaman langsung mengenai praktik wellness hospitality melalui meditasi, yoga, penyembuhan holistik, serta penerapan gaya hidup berkelanjutan yang berpijak pada harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas.
Kolaborasi ini juga mendukung pengembangan Wisata Spiritual Wellness Santipala sebagai destinasi yang mengintegrasikan budaya, kesehatan, dan spiritualitas dalam satu ekosistem pariwisata berkelanjutan. Menurut Putu Suka, salah satu instruktur menyampaikan bahwa wisata yang ditawarkan merupakan nilai universal namun mengedepankan kearifan lokal. “Usadha Bali merupakan warisan budaya yang memiliki nilai universal. Melalui program ini, kami ingin memperkenalkan kearifan lokal Bali kepada dunia tanpa menghilangkan nilai autentiknya,” ujarnya.
Melalui sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu memperkuat pengembangan spiritual wellness tourism yang berdaya saing global sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal. Dengan mengedepankan nilai yang autentik, berdaya saing global, dan tetap berlandaskan pada nilai-nilai kearifan lokal. (Adm)










